TAK PERNAH BOSAN……

0
87
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
“Ya Allah,
Sungguh aku berlindung padaMu:
dari kegalauan dan kesedihan.
Dan aku berlindung padaMu:
dari kelemahan dan kemalasan.
Dan aku berlindung padaMu:
dari rasa takut dan sifat bakhil.
Dan aku berlindung padaMu:
dari hutang yang mengalahkan
dan penindasan orang-orang.
(H.R. Abu Dawud)
***
Inilah sepenggal doa yang diajarkan
oleh Sang Kekasih sejak 14 abad silam.
Doa indah yang mengingatkan diri selalu:
untuk tak pernah bosan
menengok dan melihat kekurangan diri.
Doa indah yang menyadarkan jiwa selalu:
bahwa diri inipun tak punya kuasa
untuk dirinya sendiri,
hingga untuk keshalihan dirimu
tak selayaknya engkau jemu dan bosan
meminta kepada Sang Pencipta diri ini:
untuk menjaganya,
untuk tak putus membimbingnya.
Doa indah yang mengingatkan hamba selalu:
Bahwa puncak kegemilanganmu tidak di mana-mana.
Ia ada di kedalaman dirimu sendiri:
saat engkau terlindungi dan terbebaskan
dari kegalauan dan kesedihan,
dari kelemahan dan kemalasan,
dari rasa takut pada makhluk dan kebakhilan diri.
Puncak gemilangmu tak ada di luar sana.
Ia bukan kemilau gemerlap puji manusia.
Ia bukan capaian-capaian zhahir belaka.
Ia ada di dalam diri dan jiwamu sebagai hamba.
Duhai,
Bukankah selalu tersiksa jiwamu:
Saat puja-puji manusia membasahimu,
Saat gemerlap pencapaian memenuhimu,
Tapi kau sungguh-sungguh sadar dalam jiwamu:
engkau hamba yang payah,
diliputi kebusukan diri di segenap penjurumu.
Maka,
Sepenggal doa itu mengajarimu hari ini
hingga hari-hari seterusnya:
untuk tak pernah bosan memanjat doa,
tak pernah bosan menengok diri,
tak pernah bosan memperbaiki diri,
kerna itulah jihad yang tak pernah mati
hingga usai berakhir kisah kita di dunia ini.
Ustadz Dr. Muhammad Ihsan Zainuddin, Lc., M.Si Hafidzahullah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here