Mukerda VIII DPD Wahdah Islamiyah Bombana:

0
177
Hubungan dan sinergitas antarlembaga dalam acara pembukaan Mukerda VIII DPD WI Bombana pada hari Sabtu (29/02)

Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Bombana telah menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) VIII dengan tema “Optimalisasi Peran Ormas Demi Keutuhan Ummat dan Bangsa Dalam Bingkai NKRI” yang berlangsung di Ponpes Al-Wahdah, Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia Tengah mulai hari Sabtu (29/02) sampai Ahad (01/03).

Kegiatan setahun sekali tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua PuslitbangPSDM DPP WI sekaligus Pengurus DPW WI Sulawesi Tenggara, Ustadz Ambo Sakka, S.KM, M.A.R.S, Ketua DPD WI Bombana, Ustadz Akbar Jabba, S.Pd.I, Ketua MWD Bombana, masih ditambah dengan Ketua, Sekretaris, Bendahara, Ketua Departemen Dakwah dan Kaderisasi DPC dan MWC, serta para kader dan simpatisan Wahdah Islamiyah se-Kabupaten Bombana.

Ustadz Ambo Sakka saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Mukerda VIII DPD WI Bombana di Ponpes Al-Wahdah Bombana 

Pada acara pembukaan dihadiri oleh Kapolsek Rumbia, Iptu Muhammad Nur Sultan, SH dan Kepala Seksi Binmas Islam Kemenag Kabupaten Bombana sekaligus membuka acara, H. La Nuzuru, S. Ag.

Dalam sambutannya, Kapolsek mengingatkan adanya program yang sinergi dengan program keamanan daerah serta senantiasa mengingatkan penjagaan keamanan bersama di setiap kesempatan berdakwah dari para dai Al Wahdah.

Menurut Ustadz Ambo Sakka, ada keutamaan dan keberkahan dalam bermusyawarah. Setiap yang hadir dalam musyawarah, meskipun tidak memberikan pendapat sama sekali, Insya Allah tetap mendapatkan kebaikan tersebut. Ketika hasil musyawarah belum dilaksanakan saja atau saat ketok palu, sudah masuk ke dalam niat yang baik. Apalagi jika dilaksanakan, maka ini bisa menambah amal pahala.

“Kita butuh dengan kejutan-kejutan di hari kiamat nanti. Saat kita sudah berputus asa dengan amal kita yang kurang, ternyata kita mendapatkan pahala bergunung-gunung dan kita tidak tahu dari mana. Itulah buah dari dakwah yang kita lakukan,” kata Ustadz Ambo Sakka ketika acara pembukaan, Sabtu (29/02) sore.

“Para da’i, tidurnya bisa membawa perubahan. Seperti yang terjadi pada kisah Ashabul Kahfi. Mereka ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun dan ketika bangun, masyarakat sudah berubah. Tidurnya menjadi buah dari dakwah mereka.”

Penutupan berlangsung pada hari Ahad (01/03) sore dengan taujihat atau pesan-pesan dakwah dari Ustadz Ambo Sakka kepada DPD WI Bombana dan segala perangkat organisasinya berupa departemen serta lembaga. Setiap peserta Mukerda VIII mesti menjaga semangat dalam dakwah karena semangat itu bertahan cuma tiga hari berdasarkan penelitian psikologis. Caranya adalah dengan segera menindaklanjuti hasil Mukerda. Dengan demikian, sebelum tiga hari, muncul semangat baru lagi untuk hari-hari berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here